Mindset Bagus Agar Nggak Gampang ‘Panas’ Saat Beda Pendapat Dengan Orang

Mindset Bagus Agar Nggak Gampang 'Panas' Saat Beda Pendapat Dengan Orang

Apa Anda atau orang yang Anda kenal suka mudah emosi kalau ada orang yang berbeda pendapat?

Bahkan hingga akhirnya jadi seperti debat kusir dan suasana mulai ‘memanas’?

Terutama kalau topik pembahasannya soal agama dan politik?

Memang nggak sedikit yang kayak begitu. Malah kayaknya belakangan ini makin marak.

Nah, kalau udah begitu, baiknya kita mesti gimana..?

Gini…

Mindset target dari ngobrol, diskusi, atau apa pun itu; itu mesti diubah.

Menurut kami, TARGET dari diskusi seperti itu bukan akhirnya dia ngikutin kita, atau kita ngikuti dia. Bukan itu.

Tapi, targetnya yang penting itu, KITA PAHAM apa maksud/ide/pendapat/pandangan dia. Dan DIA PAHAM apa maksud/ide/pendapat/pandangan kita.

Jadi, “PAHAM”nya itu yang diusahakan. Bukan di “setuju”-nya.

Nggak apa-apa kalau orang lain nggak setuju sama kita. Biarin aja.

Yang nggak boleh itu kalau orang lain nggak paham maksud kita.

Orang paham maksud kita, itu yang nomor 1.

Kalau soal akhirnya setuju atau nggak setuju setelah paham, itu persoalan nomor 2.

Catat >> Nomor 1 itu: harus paham <<.

Jadi saat kita ada beda pendapat dengan orang, kemudian kita berdiskusi dengannya, fokuslah memberi penjelasan agar dia paham apa maksud kita. Dan, fokuslah memahami apa maksud dia. Dengerin dulu, jangan saat orang lain masih ngobrol, kita udah nggak peduli dan nggak memperhatikan dia, udah buru-buru mau membantah saja.

Semestinya, yang membuat kita senang itu, bila dia paham apa maksud kita. Tentunya normalnya lebih senang lagi kalau dia paham, kemudian setuju dan mengikuti kita.

Kalau misalnya dia sudah paham tapi dia belum setuju dan mengikuti kita, nggak apa-apa. Yang penting dia sudah paham. Toh kalau memang yang kita katakan itu benar, maka cuma soal waktu agar akhirnya dia setuju & mengikuti kita, meski masih nanti-nanti ntah berapa hari atau bulan atau tahun lagi, nggak sekarang.

Asalkan dia sudah paham, maka lebih memungkinkan baginya untuk jadi setuju kan?

Nah, sebaliknya, kalau dia nggak paham, tapi asal setuju sama kita ataupun asal nggak setuju sama kita; maka mestinya ini yang membuat kita kurang senang.

Termasuk kalau dia akhirnya setuju dengan kita, tapi yaa asal setuju-setuju aja tanpa paham maksud pendapat kita seperti apa. Ini sebenarnya nggak bagus.

Apalagi kalau nggak paham + nggak setuju, yaa lebih parah lagi, hehehe..

So, kesimpulannya, mindset target saat diskusi itu harus difokuskan gimana agar dia paham bagaimana pendapat kita. Apa latar belakangnya, apa urgensinya, kenapa harus, apa dampaknya, dan sebagainya. Nggak usah fokus ke kita menang, dia kalah, dia ngikut kita. Nggak usah.

Toh, pilihan yang terbaik adalah yang dipilih karena full kesadaran sendiri, bukan karena terpaksa. InsyaAllah lebih berkualitas, langgeng, dan loyal. Dan itu bisa terjadi hanya apabila orang paham.

Wallahua’lam..