Ternyata Do’a yang Sering Kita Bacakan Ini Adalah Do’a Minta Tegaknya Khilafah, Anak Kecil Aja Hafal

Do'a Khotmil Qur'an Menegakkan Khilafah

Sebenarnya sudah banyak orang yang nyaris setiap waktu meminta kepada Allah untuk tegaknya khilafah. Sampai anak-anak kecil pun juga cukup sering membacakan do’a ini, apalagi yang TK & TPA, nyaris setiap hari malah.ย ๐Ÿ˜

Saya kira Anda pun sudah hafal juga.ย ๐Ÿ˜€

Do’a ini biasanya kita ucapkan, tatkala kita selesai membaca Al-Qur’an. Meski memang tidak secara langsung kita menyebutkannya.ย โ˜บ

Seperti apa lafadz do’a tersebut? Begini dia:

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูุง ุจูุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู’, ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ู„ู†ุง ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู†ููˆู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู‡ูุฏู‹ุง ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู’, ุฃูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฐูŽูƒูู‘ุฑู’ู†ุง ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูŽุง ู†ูŽุณููŠู’ู†ุง ูˆูŽุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ูุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽู‡ู„ู†ุง ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูุง ุชูู„ุงูŽูˆูŽุชูŽู‡ู ุขู†ูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ู„ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุฃูŽุทู’ุฑูŽุงููŽ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู’ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ู„ู†ุง ุญูุฌูŽู‘ุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ู’ูŠูู†ูŽ.

 

Bacanya: Terjemahan Bahasa Indonesianya:
Allaahummar hamna bil Quraan

Wajโ€™alhu lanaa imaamau wa nuurau wa hudaw wa rahmah

Allahumma dzakkirnaa minhu maa nasiinaa
wa โ€™allimna minhumaa jahiilnaa

warzuqnaa tilaawatahu
aanaa al laili wa athro fannahaar

wajโ€™alhulana hujjatan
Yaaa rabbal โ€˜alamiin

Ya Allah rahmatilah aku dengan Al-Qurโ€™an

Jadikanlah Al-Qurโ€™an bagiku sebagai panutan, cahaya, petunjuk dan rahmat

Ya Allah ingatkanlah aku akan ayat-ayat Al-Qurโ€™an yang kulupa, ajarilah aku dari padanya yang aku belum tahu

Karuniakanlah padaku untuk bisa membaca Al-Qurโ€™an di tengah malam dan siang hari

Jadikanlah Al-Qurโ€™an bagiku sebagai pedoman Wahai Tuhan semesta alam

Coba perhatikan lafadz “Allaahummar hamna bil Quraan” (ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูุง ุจูุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู’), “Ya Allah rahmatilah kami dengan al Qurโ€™an”.

Persoalannya, bagaimana caranya dan kapan kita bisa dirahmati oleh Allah dengan Al-Qur’an?

Pun di Al-Qur’an ada juga dijelaskan bahwa Rasul diutus supaya jadi rahmat buat kita.

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุงูƒูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ

โ€œKami tidak mengutus kamu (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alamโ€ [QS. Al-Anbiyaโ€™ (21): 107].

Tapi…. mana rahmat itu?
  • Kenapa sekarang terlalu banyak pencurian dan korupsi?
  • Kenapa sekarang terlalu banyak perzinaan dan pemerkosaan?
  • Kenapa sekarang terlalu banyak problem warisan?
  • Kenapa sekarang terlalu banyak nyawa umat muslim yang tumpah?

Di mana kah rahmat itu..?

Tenang, sebenarnya sudah ada jawabannya. Silahkan do’anya dilanjutkan.

“Allaahummar hamna bil Quraan…ย WAJ’ALAHULANAA IMAAMAN!”ย (ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูุง ุจูุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู’, ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ู„ู†ุง ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง)

Kelanjutannya itu: “Jadikanlah Al-Qur’an itu imam bagi kami!”

Faktanya sekarang, kita udah bermakmum pada Al-Qur’an atau belum?

Yang namanya makmum itu kan, ngikutim imamnya:ย ju’ilalย imamย liyu’tamma bihi:ย fa idza kabbara fa kabbiru, fa idza rakaโ€™a farkaโ€™u.

  • Kalau imamnya takbir, yah makmumnya ikut takbir.
  • Kalau imamnya rukuk, yah makmumnya ikut rukut.
  • Jangan sampai imamnya takbir, tapi kok kita malah udah rukuk aja. Atau malah jadi joget. Itu bukan makmum namanya.

Maka dari itu, tak bisa otomatis rahmat itu turun walaupun cuma kita bacakan do’a itu saja. ๐Ÿ™‚ย Tetapi syaratnya, Al-Qur’an itu harus kita jadikan imam bagi kita.ย ๐Ÿ˜Š

Agar Al-Qur’an itu harus kita ikuti dalam konteks individu, berkeluarga, bermasyarakat, serta bernegara.ย ๐Ÿ˜Š

Nah problemnya di situ, Al-Qur’an belum diikuti dalam taraf bernegara. Belum ada kekuasaan yang mau benar-benar mengikuti Al-Qur’an. Termasuk kekuasaan di negeri kita ini, di Indonesia:

  • Transaksi ribawi merajalela. Malah legal. Bahkan wajib, bukan sekadar boleh.ย ๐Ÿ˜จ
  • Korupsi sudah menjadi kebiasaan rutin.ย ๐Ÿ˜ฑ
  • Perzinaan bila suka-sama-suka, boleh. Tidak dipidana.ย ๐Ÿ˜ฐ
  • LGBT tak tegas ditindak. Berpeluang terlestari, bahkan terkesan dipersilahkan.ย ๐Ÿคฎ
  • Tidak ada hukum rajam.ย ๐Ÿ™
  • Tidak ada hukum qishash.ย ๐Ÿ˜•
  • Tidak ada hukum jinayat.ย ๐Ÿ˜”
  • Tidak ada hukum hudud.ย ๐Ÿ˜–
  • Tidak ada hukum ta’dzir.ย ๐Ÿ˜ž
  • Sumber daya alam dileberalisasi, bahkan diberikan kepada negara kafir harbi fi’lan dan penjajah.ย ๐Ÿ˜ฉ
  • Mata uangnya tidak berstandar pada emas sebagaimana dinar dan dirham.ย ๐Ÿ˜ง
  • Tayangan dan grafis maksiat yang mengumbar aurat dan kata-kata kasar bebas berkeliaran.ย ๐Ÿ˜ต
  • Sistem pendidikannya sekuler, banyak mengajarkan paham-paham yang bertentangan dengan Islam semisal Teori Darwin, sementara materi Islamnya sendiri amat sangat minim nyaris tak ada.ย ๐Ÿคฏ
  • Bahkan ulama-ulamanya dikriminalisasi.ย ๐Ÿ˜ข
  • Dan banyak ajaran Islam semisal cadar, jihad, khilafah, dakwah; malah dimonsterisasi.ย ๐Ÿ˜ 
  • Hingga Al-Qur’an pun mudah dinistakan, dijadikan alat bukti Terorisme.ย ๐Ÿ˜ก

Maka, seperti apa kah kekuasaan yang mengikuti Al-Qur’an? Tentu saja, tidak lain dan tidak bukan, kekuasaan itu namanya adalah: khilafah.

Apakah ada kekuasaan Islam lainnya selain khilafah?

Nggak ada.

Nggak ada selain Khilafah.

Meski amat disayangkan memang ada opini tak jelas yang ntah dari mana katanya kok malah khilafah itu menakutkan? Khilafah itu ancaman buat kita?

Bener nggak tuh?

Yang nggak mungkin lah!

Padahal itu Islami. Khilafah itu ajaran Islam. Dijalankan oleh sahabat Nabi, para khulafaur rasyidin. Selain secara keimanan kita yakini itu pasti baik, ternyata secara fakta empiris pun memang banyak kebaikannya. Justru malahan sekarang ini terlalu banyak keburukannya.

Atau jangan-jangan yang nggak suka khilafah itu, adalah yang hobi berbuat keburukan seperti korupsi, sekuler, dan sebagainya itu?ย ๐Ÿ™„

Kalau menganggap khilafah itu ancaman, berarti ada problem pada keimanannya.ย ๐Ÿ˜ถ

Kok gitu? Ya orang udah jelas kok Allah itu tegas banget jelasinnya di Surahย An Nรปr ayat 55 itu loh. Coba perhatiin di situ ada lam taukid dan nun taukid antara fi’il mudhari’.

ูˆูŽู„ูŽูŠูุจูŽุฏู‘ูู„ูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุฎูŽูˆู’ููู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ู†ู‹ุง

“Dia BENAR-BENAR akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.”

Imam Ibnu Katsir ada jelasin dalam tafsirnya:

ู‡ุฐุง ูˆุนุฏ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุฑุณูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… . ุจุฃู†ู‡ ุณูŠุฌุนู„ ุฃู…ุชู‡ ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฃุฑุถุŒ ุฃูŠ: ุฃุฆู…ุฉูŽ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุงู„ูˆู„ุงุฉูŽ ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ูˆุจู‡ู… ุชุตู„ุญ ุงู„ุจู„ุงุฏุŒ ูˆุชุฎุถุน ู„ู‡ู… ุงู„ุนุจุงุฏุŒโ€ฆ

“Ini adalah janji dari Allah swt kepada Rasulullah saw, bahwasanya Dia akan menjadikan umatnya (umat nabi Muhammad saw) sebagai khulafa` al-ardl, yakni: pemimpin-pemimpin manusia dan penguasa atas mereka; dan dengan mereka negeri-negeri diperbaiki dan seluruh manusia tunduk kepada mereka, โ€ฆ

Maka dari itu, insyaAllah pasti rahmat itu akan turun yang kemudian akan memperbaiki berbagai macam problem kita. ๐Ÿ˜ย Dan rahmat itu bisa turun, kalau khilafah tegak.ย ๐Ÿ˜š

Sehingga, sudah sepatutnya setiap dari kita yang membacakan do’a tersebut, ikut mendukung perjuangan penegakan khilafah.ย ๐Ÿ˜

Meski memang khilafah itu sudah pasti tegak, terlepas apakah kita ikut berjuang, atau diem-diem aja, atau malah justru menghalangi.ย Percuma juga capek-capek ngalangin, akhirnya tegak juga.

Tapi persoalannya kan di dunia ini kita harus bikin banyak amal shalih, bukan nganggur apalagi justru jadi musuh Allah. Itu nanti yang dimintai pertanggungjawaban di Akhirat kelak.

Semoga, insyaAllah nanti banyak pahala yang kita dapat dari berjuang menegakkan khilafah.ย ๐Ÿ˜Š